Agama

Ternyata Ateisme Mengalami Pertumbuhan Paling Pesat

Sebuah survei yang dilakukan National Geographic cukup mencengangkan, tapi masuk akal. Hasil survei itu mengungkapkan bahwa agama yang mengalami pertumbuhan paling pesat di dunia bukanlah Islam atau Kristen, tapi ateisme. Ini bukan agama tentunya.

Selama ini kabar yang beredar bahwa agama-agama besar seperti Islam dan Kristen mengalami pertumbuhan sangat besar. Ternyata justru sebaliknya, agama-agama tua itu cepat bergeser.

Ateisme mengacu pada filosofi dan orang yang tidak mengikuti atau mengidentifikasi dengan agama apapun. Singkatnya, ateisme tidak mengakui adanya Tuhan dan dewa-dewa.

Menurut survei itu, ateisme saat ini menjadi afiliasi keagamaan terbesar kedua di Amerika Utara dan sebagian besar Eropa.

Di Amerika Serikat saja kira-kira 22,8 persen dari populasi sekarang teridentifikasi sebagai ateis, naik 6,7 persen dari tahun 2007. Dengan demikian, populasi ateis melampaui populasi Katolik, Protestan, dan pengikut agama non-Kristen lainnya – seperti Islam dan Budhisme.

Ditemukan pula bahwa Prancis, Selandia Baru dan Belanda  berada pada urutan teratas dunia dalam hal sekularisme, -suatu keyakinan bahwa orang harus bebas dari ajaran agama. Negara-negara ini tidak lama lagi akan memiliki populasi atheis yang lebih besar daripada agama lainnya.

Studi itu juga mengungkapkan bahwa Inggris dan Australia sudah hampir kehilangan mayoritas Kristen. Dan akan segera menyusul menjadi negara dengan mayoritas ateis. Demikian pula dengan China.

Akan tetapi, dengan pertumbuhan penduduk (tingkat kelahiran) di Afrika Sub-Sahara, diprediksi penduduk beragama (religius) dari wilayah itu akan menjadi penyeimbang jumlah populasi ateisme di negara-negara lain di dunia seperti yang disebutkan di atas, paling tidak 25 tahun ke depan.

Sedangkan mengenai keyakinan agama individu, Islam meningkat secara signifikan dibandingkan dengan agama-agama lain. Diperkirakan, pada 20150 Islam akan menjadi agama terbesar, melampaui agama Kristen yang saat ini menjadi agama paling populer di dunia.

Dari segi warna kulit, menurut studi ini persentasi orang kulit hitam lebih tinggi yang terafiliasi dengan agama dibandingkan dengan kulit putih. Sekitar 78 persen yang termasuk ateis adalah orang kulit putih.

Dari segi jernis kelamin (gender), perempuan cenderung lebih religius dari pria. Dan menurut studi ini, 68 persen dari kaum ateis adalah pria.

Disebutkan pula bahwa ada korelasi langsung antara tingkat agama dan tingkat kemiskinan. Pada dasarnya di negara atau masyarakat yang miskin, jumlah populasi umat beragama sangat tinggi.

Selain itu, studi ini menemukan bahwa ada hubungan langsung antara pendidikan dan agama. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin kecil kemungkinan untuk memiliki keyakinan agama yang taat.

Bukankah ini menjadi tantangan bagi semua agama di dunia? Apakah kita perlu cemas? Boleh ya, dan boleh tidak.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *