Leadership

Semua Pahlawan Sudah Mati, Kecuali Ahok Dkk

Si sulung bertanya tentang pahlawan ketika kami dalam perjalanan dari Jawa Barat ke Jakarta hari Sabtu lalu.

Pertanyaan tentang pahlawan itu muncul ketika melihat uang 2000 rupiah yang baru saja dikeluarkan Bank Indonesia yang ada gambar pahlawan nasional Muhammad Hoesni Thamrin.

Meskipun dipenjara teladan hidup mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjadi inspirasi bagi banyak orang

Nama Jalan MH Thamrin di Jakarta yang kemudian disambungkan dengan Jln Jenderal Sudirman diyakini untuk mengabadikan pahlawan ini.

Asal anda tahu saja, Muhammad Hoesni Thamrin adalah pahlawan nasional kelahiran, Sawah Besar, Jakarta tahun 1894 dan meninggal pada usia 46, juga di Jakarta. Ayahnya seorang Belanda dan ibunya seorang Betawi. Jadi dia ini seorang pahlawan dari Betawi.

Saya menjelaskan bahwa pahlawan adalah orang-orang yang telah berjasa bagi Indonesia, terutama pada masa penjajahan dan perjuangan kemerdekaan. Mereka semuanya sudah meninggal dan sekarang mereka diingat oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia sebagai pahlawan. Nama-nama mereka diabadikan misalnya nama jalan-jalan yang banyak memakai nama para pahlawan.

Namun istri saya menimpali ‘semua pahlawan sudah meninggal, kecuali Ahok.’ Kami sekeluarga memang pengagum berat Basuki Tjajaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang dipenjara karena tekanan massa, bukan karena kebenaran tuntutan pengadilan. Kami masih percaya seperti itu, meskipun menerima keputusan pengadilan.

Ahok memang sosok yang fenomenal. Banyak perubahan yang dilakukannya untuk perubahan Jakarta. Saya tidak perlu sebutkan di sini satu persatu.

Tapi saya hanya mau mengatakan bahwa Ahok adalah juga seorang pahlawan. Dalam hal ini pahlawan tidak saja mengacu kepada pejuang kemerdekaan tapi mereka-mereka yang tidak mementingkan diri sendiri melainkan kepentingan yang lebijh besar, kepentingan banyak orang.

“Keberanian Ahok merombak birokrasi bobrok di Jakarta, adalah sesuatu yang sangat besar bagi ibukota. Dampaknya sangat terasa, sampai sekarang.”

Saya tiba untuk menetap di Jakarta pada tahun 2003. Pada waktu itu kondisi ibukota ini sangat jorok, tidak tertata. Menjijikkan. Apalagi kalau dibandingkan dengan kota-kota di luar negeri yang sudah saya kunjungi sebelumnya, ampun…Jakarta sangat tidak bisa disandingkan dengan kota-kota dunia yang sudah saya kunjungi.

Pergantian gubernur dalam kurun waktu -dari Sutioso ke Fauzi Bowo- tidak berdampak signifikan. Terpilihnya Joko Widodo dan Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur sudah mulai memberikan wajah baru bagi Jakarta.

Ada banyak sekali perubahan. Dari tampilan fisik, misalnya penataan taman, saluran air, trotoar, waduk, bantaran sungai, dan sebagainya hingga pembenahan birokrasi. Itulah yang menurut saya sebuah prestasi besar dari Ahok dan wakilnya Djarot.

Tidak salah kalau saya mengatakan bahwa memang Ahok adalah ‘the living legend’ yang bisa melakukan perubahan dalam banyak hal dalam kurun waktu yang singkat. Seandainya dia terpilih lagi untuk periode berikut, saya yakin ada lebih banyak lagi perubahan. Tapi fakta berkata lain, Ahok hanya sampai di sini meskipun dengan cara yang sangat tidak bisa dibanggakan. Ini bukan soal tidak bisa ‘move on’ seperti istilah banyak orang. Ini merupakan prinsip hidup.

Ahok meskipun mendekam di penjara tapi semangat dan karisma hidupnya selalu menjiwai banyak orang. Orang seperti itu adalah pahlawan, yang bisa membuat orang merasakan hidup lebih bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi untuk melakukan hal-hal yang sama.

” Tentu saja ada banyak orang yang bisa kita anggap pahlawan, dan masih hidup. Tenaga Kerja Indonesia disebut pahlawan devisa. Orang-orang yang mempertaruhkan hidup mereka untuk kelestarian hutan dan mempertahankan hak asasi manusia adalah pahlawan.”

Guru adalah juga pahlawan. Orangtua yang dengan penuh kasih sayang merawat anak-anak mereka adalah pahlawan. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Selamat memulai aktivitas pekan ini. Jadilah pahlawan bagi orang-orang yang dekat dengan kita…Dan jika punya kelebihan uang 2000 rupiah jangan lupa bagi-bagi.

Muhammad Hoesni Thamrin, Pahlawan dari Jakarta, pada uang 2000 yang baru
Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *