Jokowi dan JK ‘Berseteru’ Soal Rencana Pemindahan Ibukota Negara

Sharing is blessing....

Presiden Joko Widodo sudah sangat serius dengan rencana untuk memindahkan ibukota negara jauh ke Kalimantan Tengah. Dia tidak main-main. Terbukti dengan memberi perintah kepada menterinya untuk segera merampungkan tahapan awal. Tidak main-main pula dia meminta deadline akhir tahun 2017 ini.

Presiden Joko Widodo serius dengan rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Tengah (Kompas.com)

Saya sudah membuat coretan tentang hal ini dalam postingan sebelumnya. Bisa baca di sini Ibukota Negara Pindah ke Kalimantan? Maknyus!

Tapi rencana itu rupanya kurang mendapat restu dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK diberitakan kurang antusias dengan rencana Jokowi untuk memindahkan ibukota, dengan sejumlah alasan.

Meskipun yang disampaikan oleh JK bernada menekankan “butuh persiapan matang” dan ‘jangan karena ada masalah di Jakarta’ maka ibukota dipindahkan, terlihat bahwa wakil presiden tidak menanggapi serius rencana pemindahan ibukota ini. Malu-malu kucing? Saya kira memang ini akan menjadi ajang tarik menarik kekuatan, mungkin juga tarik menarik karena kepentingan tertentu.

Alasan yang disampaikan JK kelihatan masuk akal tapi sangat superfisial, hanya di permukaan saja. Misalnya alasan beliau bahwa memindahkan ibukota negara tidak mudah. Betul sekali tidak mudah selain karena membutuhkan perencanaan juga karena butuh duit.

Siapa yang bilang ini perkara mudah? Yang menjadi persoalan adalah ketika selalu memikirkannya sebagai hal yang tidak mudah, kapan akan dimulai? Kapan selesainya? Ini kan bukan wacana baru. Banyak warga Jakarta- termasuk saya sendiri- barangkali was-was seandainya ibukota negara benar-benar dipindahkan ke Palangka Raya.

Apapun itu, jika menyangkut kehidupan orang, pasti akan menimbulkan kecemasan, pro dan kontra.

“Tetapi kalau kita berpikir untuk Indonesia 100-200 tahun ke depan, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengaktifkan lagi ide awal tentang pemindahan ibukota ini, yakni sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi ke bagian lain dari negara ini. Saya sudah menyebutnya sebagai upaya “dejavanization” atau  menyebarkan pertumbuhan ekonomi agar tidak terpusat di pulau Jawa.”

Memindahkan ibukota karena banyak masalah di Jakarta memang salah satu faktor. Kemacetan, kepadataan, kesulitan untuk mengubah wajah Jakarta adalah alasan-alasan yang kasat mata, tapi itu adalah faktor-faktor kecil, jika dibandingkan dengan visi jangka panjang.

Belum lama ini Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, mengatakan bahwa pemerintah pemerintah akan merampungkan kajian awal paling lambat akhir tahun 2017 ini yang meliputi berbagai hal fundamental, misalnya landasan hukum dan desain kota baru.

Tidak menjadi masalah jika JK dan Jokowi bersilang pandangan soal ini. Come on guys! Bergeraklah cepat. Satukan hati dan pikiran untuk segera merampungkan grand project ini, paling tidak tahap awal, biar masyarakat Indonesia bisa melihat.

Buatlah kejutan….biar kami bangga. Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Indonesia dari Sabang sampai Merauke beserta jajaran pulau-pulau yang membentang di antaranya.

Demikianlah catatanku hari ini yang lahir dari “kecemasan dan harapan” sebagai anak bangsa.

Jakarta, 11 Juli 2017

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *