Joko Widodo Semakin Tangguh Jelang Pemilihan Presiden 2019

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP sudah secara resmi mencalonkan Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden atau piplres 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dengan demikian hingga saat ini sudah ada lima partai yang telah mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi dengan total dukungan mencapai 52,21 persen.

Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari syarat presidential threshold yakni 20 persen kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya (2014).

Berikut ini detil dukungan kelima partai kepada Jokowi berdasarkan capaian pada pemilu 2014 lalu:

PDIP: 18,95 %

Golkar : 14,75%

NasDem: 6,72%

PPP : 6,53%

Hanura: 5,26%

Total: 52,21%

Hasil di atas baru minimal. Karena Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi mitra koalisi pemerintah belum menentukan pilihan.

Partai-partai baru seperti Persatuan Indonesia (Perindo) besutan Harry Tanoe, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah pula menyatakan dukungan kepada Jokowi.

Pebalap saingan Jokowi akan berasal dari tokoh yang diusung oleh Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Seperti apa kekuatan lawan Jokowi?

Jika PAN yang saat ini menjadi anggota koalisi pemerintah kembali seperti pada pilpres 2014 yakni berkoalisi dengan Gerindra dan PKS, maka seperti ini kekuatan lawan Jokowi nantinya.

Gerindra: 11,81%

PKS: 6,79%

PAN: 7,59%

Total: 26,19%.

Artinya ketiga partai itu juga layak untuk memiliki calon presiden tersendiri untuk pilpres 2019. Ketua umum Gerindra, Prabowo Subianto, dikabarkan akan maju lagi untuk berduel kembali melawan Jokowi.

Yang saat ini masih berada di luar paket di atas adalah PKB dan Demokrat. Jika PKB yang memperoleh suara 9.04% pada pemilu 2014 dan Demokrat yang memperoleh 10,19% bergabung dengan Gerindra Dkk, maka ada tambahan 19,23% dukungan untuk Prabowo menjadi 45,42%.

Memang belum bisa menandingi total suara dukungan ke Jokowi.

Meskipun misalnya PKB menyatakan mendukung Jokowi dan Demokrat tetap konsisten pada pendiriannya untuk berjalan sendiri, pertarungan akan tetap sengit dan kita bisa kembali lagi pada situasi pilpres 2014 lalu: sengit dan menegangkan. Bahkan pilpres 2019 bisa lebih menegangkan lagi jika tokoh yang kalah berusaha dengan segala cara –halal maupun tidak halal- untuk mendapatkan kursi presiden.

Pertaruangan akan sangat sengit. Jadi mari kita turun gunung dan memberikan dukungan kepada calon yang menjadi andalan kita.

Saya pendukung Jokowi dan suara saya akan saya gunakan agar dia kembali menjadi presiden periode berikutnya.

#JanganGolput #MeJokowi #Jokowi2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *