Selamat Memilih – #Pilkada2018

Tanggal 27 Juni 2018 merupakan salah satu hari bersejarah dalam perjalanan demokrasi di tanah air. Pada tanggal ini ada lebih dari 150 juta pemilih akan memilih pemimpin baru.

Foto: Salah satu TPS saat pilkada Jakarta (Ryan)

Jumlah ini besar sekali, lebih dari separuh penduduk Indonesia. Tidak heran jika pilkada tahun ini adalah pilkada serentak terbesar dalam sejarah bangsa ini, setelah pilkada 2015 dan 2017.

Saya tidak ikut memilih karena KTP DKI Jakarta. Giliran saya sudah lewat tahun lalu dan diwarnai oleh ketegangan yang luar biasa karena ada tekanan dari kelompok-kelompok yang tidak suka dengan Ahok.

Semoga saja kalian semua mau dan berani untuk keluar rumah dan mendekati tempat pemungutan suara terdekat untuk mencoblos.

Janganlah golput Saudara dan Saudariku. Golput is your right, karena itu salah satu pilihan politik. Memang tidak salah. Tapi menurut saya zaman golput sudah lewat dan jika masih ada itu bentuk ketidakpedulian pada bangsa dan negara.

Buat saudara dan saudariku yang  akan memilih 17 gubernur dan wakil gubernur baru, 39 walikota dan wakil walikota baru, dan 115 bupati dan wakil bupati yang baru.

Suara anda sekalian sangat bernilai. Suara anda sekalian sangat luhur, di atas segala-galanya. Manusia diciptakan berbeda dari binatang apapun karena dia memiliki hati nurani.

Karena itu, gunakan hati nurani itu untuk menentukan pemimpin anda lima tahun ke depan, apakah itu gubernur, bupati atau walikota.

Jangan sampai suara anda dibeli dengan selembar uang merah, sekilogram beras, sekardus mie instan, dan janji-janji palsu.

Gunakanlah hati nurani kalian untuk memilih pemimpin yang bersih, jujur dan yang tulus untuk melayani rakyat, yang tidak hanya pandai menyusun kata-kata saat kampanye, tetapi yang memiliki niat untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih makmur.

Tidak mudah memang karena pada saat kampanye banyak yang datang dengan program-program istimewa. Pilihlah orang-orang yang mempunyai program istimewa dan memiliki kepribadian istimewa pula, yang memiliki integritas yang tinggi.

Janganlah membutakan mata hati nurani anda sekalian dengan ceramah-ceramah yang tidak rasional, yang hanya membuat bangsa ini terpecah belah.

Bukalah hati dan pikiran untuk bisa melihat secara jernih orang-orang yang hendak dipilih.

Pemilu adalah momentum untuk menguji kejujuran kita pada diri sendiri. Karena pemilihan sudah di depan mata, tidak ada salahnya untuk berdiam diri sejenak, dan melihat ke dalam diri kita sendiri.

Apakah kita jujur dan berusaha untuk jujur melalui pilihan yang akan kita tentukan pada hari pemilihan?

Semoga ya….

Selamat memilih…..dan Salam Damai..#Pilkada2018

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *