Sensasi Kotak Kosong yang Menang Pilkada

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 sudah selesai, tapi masih menyisakan satu pertanyaan tentang kotak kosong di sejumlah wilayah. Apalagi ada kotak kosong yang menang melawan manusia.

Maknyus sekali…

Pada Pilkada 2018 ada sejumlah wilayah di mana paslon berhadapan dengan kotak kosong. Di Makassar, kotak kosong menang. (Foto: PenaMerdeka.com

Selebihnya, kita patut bersyukur kepada Tuhan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada aparat penjaga keamanan pemilu, dan tentu saja kepada seluruh warga bangsa bahwa pilkada kali ini aman-aman saja.

Tidak seperti dikhawatirkan sebelumnya bahwa akan ada gesekan di beberapa tempat.

Proficiat kepada 171 pasangan yang menang -17 gubernur, 39 walikota, dan 115 bupati- minus kotak kosong yang menang di Sulawesi.

Yang menang silahkan merayakan kemenangan anda. Namun yang terpenting adalah bekerja sesuai dengan apa yang ditawarkan semasa kampanye, untuk kemakmuran rakyat, bukan saja pendukung anda.

Menurut laporan, ada  15 daerah yang berhadapan dengan kotak kosong dalam pilkada tahun 2018 ini.

Dan berdasarkan hitungan cepat (quick count) pemilihan walikota Makassar, calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi dikalahkan  oleh kotak kosong. Untung di daerah lain, kotak kosong kalah.

Ini menarik. Saya tidak mau membahas daerah mana saja yang berhadapan dengan kotak kosong.

Tapi menjadi pertanyaan menarik: Kenapa bisa ada calon kepala daerah yang namanya kotak kosong, dan kenapa ada yang bisa menang?

Fenomena kotak kosong tidak hanya terjadi pada pilkada tahun ini. Tahun 2017 lalu sejumlah pasangan calon di 9 wilayah berhadapan dengan kotak kosong, dan kotak kosong di Maluku dikabarkan keluar sebagai pemenang.

Menurut Ramlan Surbakti, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, seperti dikutip Media Indonesia, fenomena calon tunggal tidak terlepas dari buruknya penga-deran partai politik, yang bertugas menyiapkan calon pemimpin.

Buruknya pengaderan antara lain dipicu kurangnya pelibatan anggota parpol dalam pengambilan keputusan partai, yang disebabkan oleh dinasti politik menutup kemungkinan pencalonan anggota partai politik atau kader yang lebih berkualitas.

Lalu kenapa ada kotak kosong yang menang?

Ya..karena pemilih ingin kotak kosong yang menang. Itulah demokrasi. Semuanya mungkin. Ayo kita kita lawan politik hegemoni, politik dinasti, dengan merayakan kemenangan kotak kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *